Distributor Mesin Steam Jepang – Valve akhirnya meluncurkan Mesin Steam, namun responnya tidak semulus yang diharapkan. Banyak pemain yang frustasi ketika melihat harga selangit. Bahkan sejak pertama kali diumumkan, perangkat hybrid antara PC dan konsol ini berhasil mencuri perhatian para gamer yang menaruh harapan besar terhadap Valve.
Sayangnya harga dasarnya (tanpa Steam Controller) adalah $1,049 USD atau sekitar Rp. 18 juta sekaligus membuat banyak calon pembeli patah semangat, setidaknya di banyak negara. Menariknya, Jepang merupakan pengecualian karena tanggapan di sana nampaknya jauh lebih positif.
Distributor Mesin Uap di Jepang mengatakan stoknya habis
Kabarnya mobil steam sudah terjual habis di Jepang, meski banderolnya cukup bikin dompet jerit. Berdasarkan laporan salah satu distributor Valve di Jepang yaitu Komodo Station, menandakan bahwa mereka kini kehabisan stok.
Diketahui, mereka tidak menerapkan sistem antrian reservasi, seperti yang dilakukan Valve di AS dan Eropa. Mereka langsung melemparkan Mesin Steam ke pasaran tanpa adanya mekanisme pre-order dan hasilnya cukup menakjubkan dengan segala pilihan dan bundel konfigurasi yang tersedia terjual habis hanya 48 jam setelah Valve mengumumkan harganya.
Komodo Station merilis 4 versi secara terpisah. Harga paling terjangkau adalah ¥189.980 (sekitar 21 juta rubel) untuk versi terendah, belum termasuk Steam Controller. Jika menginginkan yang dilengkapi pengontrol, varian penyimpanan 512GB tersedia dengan harga ¥204,980 (Rs22 jutaan).

Bagi gamer yang membutuhkan kapasitas penyimpanan lebih besar, versi 2TB tanpa pengontrol dijual seharga ¥249.980 (sekitar R27 juta), sedangkan versi dengan pengontrol dibanderol ¥264.980 (R29 juta).
Berpotensi dieksploitasi oleh bot dan calo

Langkah “sembrono” Stasiun Komodo untuk menjual Mesin Steam dapat mendongkrak penjualan mini PC lebih cepat lagi. Namun di sisi lain, juga akan sulit menghentikan bot dan calo yang mau memanfaatkan peluang ini.
Selain itu dari segi harga, harga Mesin Steam di Jepang juga lebih mahal dibandingkan di Amerika, dimana harga di Amerika banyak mendapat kritik. Namun perbedaan tersebut muncul bukan tanpa alasan, melainkan karena adanya pajak konsumsi yang diterapkan di negeri matahari terbit dan berbagai bea daerah.
Baca juga informasi menarik lainnya dari Gamebrott di Steam Machines atau artikel lain dari Arif Gunawan. Untuk informasi lebih lanjut dan pertanyaan lainnya, Anda dapat menghubungi kami di author@gamebrott.com.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.